Tuesday, 15 October 2013

Cara "High Heels" Menciderai Kaki

Anda gemar memakai sepatu atau sandal high heels? Terutama tipe hak stiletto?
Coba kurangi pemakaiannya dari sekarang.

Memang, stiletto dapat membuat penampilan
Anda terlihat seksi dengan tinggi yang menjulang ramping dan terkesan glamor. Akan tetapi hak tinggi bisa mengancam kondisi tumit Anda, menurut sebuah penelitian baru.

Bagaimana efek negatif hak tinggi terhadap otot-otot dan tulang kaki ditampilkan secara rinci dalam infografis dari The Washington Post. Terlihat bagaimana hak tinggi menempatkan beban yang berlebihan pada bagian dalam lutut. Sebuah studi menemukan bahwa tekanan sendi lutut meningkat sebanyak 26 persen ketika Anda memakai sepatu hak tinggi.

Ketinggian tumit dan bagian depan sepatu yang menyempit dapat membuat penebalan jaringan saraf di sekitar jari kaki ketiga dan keempat, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan mati rasa pada jari-jari kaki.

Konsultan ahli penyakit kaki, Mike O'Neill, dari College of Podiatry, baru-baru ini memperingatkan bahwa memaksakan kaki ke sepatu yang lebih kecil juga dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang. Termasuk di antaranya radang sendi, retak tulang, dan saraf terjebak, yang mungkin memerlukan pembedahan atau suntikan steroid.

Efek lain yang umum akibat pemakaian high heels adalah bunions, seperti yang dialami oleh Victoria Beckham. Sepatu yang ketat dan kekecilan dapat menyebabkan pertumbuhan tulang yang menyakitkan pada sendi di pangkal jempol kaki, yang memaksa jempol kaki membengkok ke sudut dalam menuju jari lainnya.

Sebuah studi menemukan bahwa satu dari lima perempuan telah mengoperasi kaki mereka untuk menghilangkan bunions. Rata-rata biaya perawatannya sekitar Rp 62 juta.

Penelitian ini juga menyoroti masalah lain yang terjadi pada tubuh mereka, yaitu “pump bump”, yang disebabkan oleh punggung kaku atau tali sepatu hak tinggi yang mengiritasi tumit dan membuat pembesaran tulang.

Cidera engkel juga merupakan penyebab besar bagi pemakai sepatu hak tinggi, yang bisa merusak keseimbangan karena pemakainya memiliki risiko lebih besar untuk jatuh, terkilir, atau patah.

High heels juga menyebabkan berat tubuh tidak didistribusikan dengan baik. Memakainya dalam waktu yang lama dapat menyebabkan nyeri sendi pada bola mata kaki yang disebut Metatarsalgia. Semakin tinggi hak yang dipakai, semakin banyak kerusakan yang akan terjadi pada tendon Achilles Anda, karena itu menyebabkan pengetatan dan menimbulkan rasa sakit.

Tampaknya perempuan yang lebih muda paling berisiko mengalami cidera, karena menurut sebuah studi ditemukan bahwa hak tinggi memang lebih sering dipakai perempuan yang lebih muda. Sekitar 20 persen dari mereka yang berusia 18 - 24 tahun memakai hak sepatu 12 cm setiap hari. Hal ini berbeda dibandingkan dengan 10 persen dari mereka yang berusia 25 - 34 tahun, dan hanya 3 persen dari mereka berusia 35 - 44 tahun.

Bentuk hak stiletto juga memberi tekanan pada postur tubuh Anda dengan mendorong pusat beban tubuh ke depan, bergantung pada pinggul, dan tulang belakang menjadi tidak sejajar, serta menempatkan tekanan berlebih pada kaki depan.

"Semakin tinggi haknya, semakin mereka memiringkan tubuh mereka ke depan dan semakin Anda harus bersandar untuk mengimbanginya. Hal ini dapat menempatkan panggul Anda kehilangan keseimbangan, dan menyebabkan kompresi tulang belakang,” ujar O'Neill.

High heels membenturkan kaki Anda ke depan, yang memaksa jari-jari kaki Anda berhimpitan. Akibatnya, kuku sulit bertumbuh, kulit daerah kaki menjadi kasar, bernoda, dan kapalan.

"Dan karena jari-jari kaki tergencet, kelembaban pun terjebak, menyebabkan jari kaki Anda basah, yang merupakan tempat berkembang biaknya bakteri,” tandasnya. Hasilnya, kaki pun jadi bau!
Sumber :
Dailymail

Editor :
Felicitas Harmandini

No comments:

Post a Comment